Selasa, 04 April 2017

Pengalaman dan Cerita Belajar English di Kampoeng Inggris Pare, Excited || Onnaed

Ya akhii wa ukhti, Salam experience !!
Kali ini aku akan share sedikit kisah dan cerita indah belajar bahasa inggris di Kampoeng Inggris Pare, yah , sesuai topik ! ini saya persembahkan buat kamu yang ingin cari referensi sebelum memutuskan Study English over there ...


Jadi di Pare itu ada banyak lembaga kursus bahasa asing seperti bahasa arab, jerman dll namun yang populer di kalangan umat manusia adalah kursus bahasa inggris, saya katakan bahwa pilihan tepat jika kamu ingin memperdalam skill englishmu di sana, karena sistem pembelajaran di pare itu rata-rata sama yaitu student learning center, jadi kita dibiasakan belajar teori sambil praktek satu2 tapi juga tergantung tutor (baca: guru) mau dikonsep kaya gimana ...
Ada banyak lembaga yang punya kredibilitas baik, saran aku adalah tentukan dulu tujuanmu kesana, mau pinter ngomong (inggris) atau gimana .. nih aku kasi pilihan yang the best menurutku . kalo tujuanmu adalah Speaking – bisa ngomong inggris lancar wal afiat kamu bisa coba Marvelous, Mr. Bob, Test dan masih banyak lagi. Kalo tujuanmu akademik, persiapan toefl ielts, pengen ngerti grammar etc kamu bisa pilih Elfast (spesialis pelajar), Kresna (spesialis grammar), oxford, BEC, Mahesa dan lainnya banyak kok. Dan kalo kamu bingung mau pilih yang average, speaking bisa grammar bisa toefl bisa, aku sarankan kamu pilih Global English atau yang popluer dibilang GE. Kalo yang ini tempat kursus aku disana hehe ...



Jadi di GE kamu bisa pilih program apapun yang kamu suka mulai dari sepaking, listening, writing, vocabulary, pronounciation, toefl or ielts dll sesuka hati. Jadi kalo kamu pengen study tapi bingung harus plih apa atau mulai darimana, GE pilihan tepat deh. Aku sebulan disana dari periode 25 desember 2016 sampe 25 januari 2017 (new year in pare J) ambil program Speaking 1, Fun listening, Grammar for writing 1, Reading n Vocabulary 1 ... jadi tiap program itu ada levelnya 1,2,3 sesuai kemampuan, biasanya di awal banget kamu d test dulu kaya interview, itu diajak ngomong pake bahasa inggris, ntar dari kemampuanmu kamu dikasi saran sama tutormu bagusnya ambil program apa, di GE itu tutornya juga asik2, ga garing ... sebut saja Mr Fajrin, Ms Rindu, Ms Aini, Mr alam dll, ada juga  yang uda master kaya Mr rafela itu tinggi banget ilmunya. Pokoknya enak deh disana ...
Biar ga tambah penasaran n bingung, nih aku jelasin satu2 apa aja yang bakal kamu lewatin selama belajar disana, pertama tempat tinggal ! yah di GE umumnya kamu tu hidup di asrama, ada juga yang milih ngekos sendiri tapi aku saranin asrama, lebih oke. Biasanya di asrama ada kelas sendiri pagi jam 5 malem jam 7, jadi kamu dijamin solat tepat 5 waktu deh,, GE punya banyak asrama cowok cewek, so pasti lembaga terbesar di pare apa lagi kalo bukan GE :D, buat cewek ada female 2, alaska female (bidadari semua isinya ini men), meteora (ini tempatnya cewek soleha), dll. Kalo buat cowok ada alasroban/english united (ini asrama gue yg paling besar, bersih n oke se-GE), ada juga atlantic, saigon dll. Di asrama itu punya aturan wajib ngomong inggris, kalo ketahuan ngelanggar didenda 500 rupiah per kata, biasanya dibuletin jadi berapa ribu gitu baru dibayar ke tutor asrama. Tapi ga usa khawatir, kalo pengen ngomong biasa bisa juga kok asal jalin kerjasama yang baik sama temen sekamar jangan saling ngelaporin (ini yg gue lakuin selama disana, secara englishku saat itu basic banget masi), well apapun itu asrama tetep hal yang tak terlupakan deh ...
Soal jam belajar, biasanya kita itu akan belajar pagi sampe siang/sore tergantung jadwal program yang kita pilih, bagi yang ambil program terbatas kalo pengen nambah ilmu bisa juga ambil kelas extended di sore hari, semua jadwal bisa diliat di asrama masing2 di hari pertama program atau di office GE (kantornya tuh di jl brawijaya jalan utamanya pare). Kalo aku sih ga pernah absen ambil extended so buat tambahan ilmu dan konco baru lah .. tempat belajar juga banyak sesuai jadwalnya, ada yang di office (biasanya listening) ada jugayang di UK, Brisbone, atau salah satu asrama (biasanya speaking dll) .. selama belajar ga perlu pake sepatu kaya mahasiswa (boleh juga pake) cz biasanya dibuka pas di kelas kecuali tempatnya bukan di kelas (cafe pare corner atau lainnya) perlu diketahui di GE punya program khusus tiap hari rabu (malem kamis) itu “Gathering”. Jadi semua anak asrama GE dikumpulin di office buat adu yel2 sam debat pasangan (cowok cewek). Jadi biasanya tiap malem kemis anak GE harus pada mandi biar wangi so mau hitung2 cari jodoh :D soalnya kita dipasang2in dari asrama berbeda n dikasi topik yang nantinya suru kita diskusikan bersama pasangan. Excited banget dah pokokx kalo gathering ...
Soal lifecost disana juga murah2, cocok banget dah kantong pelajar mahasiswa, kalo makanan banyak pilihan sesuai selera .. warteg standartx 6-10rb tergantung hemat2nya ikan yang kita pilih, ada juga bakso mi ayam nasi padang antara 5-15rb, banyak dah pilihan disana kayak malang gitu dah basisnya kota pelajar. Laundry juga banyak dan murah, antara 3-4rb per kilo tapi kalo ga males nyuci sendiri aja itung2 olahraga, disana matahari cukup bersahabat jadi biasanya kamu nyuci pagi, siang abis duhur udah kering .. jadi simpel banget dah soal perawatan baju yang satu ini. N yang gak kalah penting, akses weekend disana cukup menarik juga, ini yang menjadi daya tarik pare juga, aku 4 kali weekend disana Cuma sekali yang dilewatin dengan bobo manis di kamar, 3 lainnya dipake holiday ke Gumul, Kelud Mountain, minggu depannya CFDan bareng temen2 gokil, minggu terakhir juga ke blitar, vacation men :D banyak pilihan liburan deh kalo disana asal dana juga memadai kita enak dah komplit hidup di pare ...

Foto : Makan hemat rutin  di warteg bareng temen asrama,
ini nih cerita never endingnya hidup di pare

Foto : Kelas Speaking 1 Ms. Rindu the best dah

Foto : Weekend to Kelud Mountain (1 jan 2017)
Ga usa confuse dah hidup disana emang bikin bahagia

Oh iya, di pare biasanya para pelajar itu nyewa sepeda (antara 60-100rb tergantung bagusnya) buat akses transportasi selama hidup di sana, banyak kok rental sepeda ga kurang banget. N pastinya selain rental sepeda juga banyak rental sepda motor dan mobil, ini yang keren juga biasanya anak2 kalo weekend pada nyewa gitu buat jalan2 bareng temen barunya, walhasil sesuai slogannya. Pare Mbois ... Pare Kota sejuta kenangan ... its so beautiful banget deh ... semoga cerita ini bermanfaat . suatu saat kalo ada kesempatan aku juga pasti balik ke sana, jadi kamu yang pengen ke pare ga usa ragu lagi , disana sistem pembelajarannya bagus, ditopang juga dengan lingkungan yang mendukung buat kita belajar bahasa inggris, langsung tetapkan pilihan dan berangkat ... :D
Sekian mini story dari aku , salam kenal n salam sukses semua J

Kamis, 26 Januari 2017

Contoh proposal penelitian pariwisata || Onnaed










PENGELOLAAN PARIWISATA GUNUNG KAPUR DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN BATU PUTIH SUMENEP


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEP
2014 - 2015
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kabupaten Sumenep adalah salah satu kabupaten di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.093,45 km² dan populasi 1.041.915 jiwa. Kabupaten Sumenep yang berada diujung timur Pulau Madura merupakan Wilayah yang unik karena selain terdiri wilayah daratan dengan pulau yang tersebar berjumlah 126 pulau (berdasarkan hasil sinkronisasi Luas Wilayah Kabupaten Sumenep).
Jumlah pulau berpenghuni di Kabupaten Sumenep hanya 48 pulau atau 38%, sedangkan pulau yang tidak berpenghuni sebanyak 78 pulau atau 62%. Koordinasi pembinaan wilayah juga dibutuhkan untuk menjaga integrasi pulau-pulau terluar dan wilayah strategis lainnya. Pulau Karamian di Kecamatan Masalembu adalah pulau terluar di bagian utara yang berdekatan dengan Kalimantan Selatan dan jarak tempuhnya + 151 Mil Laut dari Pelabuhan Kalianget, sedangkan Pulau Sakala merupakan pulau terluar di bagian timur yang berdekatan dengan Pulau Sulawesi dan jarak tempuhnya dari Pelabuhan Kalianget + 165 Mil Laut.Pulau yang paling utara adalah Pulau Karamian dalam gugusan Kepulauan Masalembu dan pulau yang paling timur adalah Pulau Sakala. (lontarmadura.com)
Ini mengindikasikan bahwa Kabupaten Sumenep dapat disebut dengan kabupaten kepulauan. Karena itu, tak salah bila daerah ini mempunyai karakteristik unik, yakni kehidupan penduduknya tidak jauh dari sektor kelautan dan peri kanan, terutama di dacmh kepulauan. Dalam skema  pengembangan Madura, Kabupnten Sumenep dipersiapkan sebagai tujuan wisata, perikanan, peternakan dan industri penggaraman. Dengan ditunjang lingkungan biofisik dan posisi yang strategis. Struktur perekonomian kabupaten ini didominasi sector kelautan, pertanian, perdagangan, hotel dan restoran serta sektor jasa. (Badan Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Jatim:2009/11)
Sumenep merupakan kabupaten paling timur di pulau Madura dan terkenal sebagai slah satu daerah tujuan wisata di propinsi Jawa Timur. Salah satu objek wisata yang ada di kabupaten Sumenep berada di kecamatan Batuputih. Dari sisi geografis, kecamatan Batuputih terletak di dataran tinggi. Dari pusat kota Sumenep berjarak ±20 km ke arah utara, Dilihat dari kondisi struktur tanah dan bentang alamnya yang berupa pegunungan, pastinya hal yang tampak adalah kekeringan atau kekurangan air serta tanah tadah hujan, Meskipun kenyataan ini menjadi suatu yang tak bisa dihapuskan dari perjalanan masyarakat Batuputih menempuh kehidupan. Namun disini mempunyai suber daya alam yang bisa dijadikan pendongkrak ekonomi masyarakat sekitar, yaitu gunung kapur lokasi pertambangan batu putih yang dapat dieksplorasi menjadi kawasan wisata. (Nusapedia.com)
Gunung kapur di kecamatan batu putih ini merupakan bentangan daratan yang mempunyai potensi yang besar untuk dijadikan kawasan wisata modern karena panorama alamnya yang indah. Jika kawasan tersebut benar direalisasikan sebagai kawasan pariwisata modern, pasti dapat membantu meningkatkan perekonomian  masyarakat di kecamatan batu putih.
Disini terdapat beberapa penambangan batu putih dengan berbagai macam jenis, jika dibagi dengan alat penambangan disini bisa dibagi dua yaitu penambangan dengan alat modern dan penambangan dengan alat tradisional, mereka sama-sama mencari untung dengan mengeruk batu kapur yang ada di pegunungan ini. Untuk tujuan fotografi tempat ini juga cocok dijadikan tempat berfoto karena pemandangannya yang bagus dan tempat ini bersebarangan dengan laut pantura pulau Madura yang dikenal indah dengan gugusan bibir pantai pasir putih yang membentang sepanjang bibir pantai ini dan juga merupakan terusan dari Pantai Badur dan Pantai Lombang. (portal Madura)
Dari semua potensi yang dimiliki kawasan gunung kapur batu putih seharusnya dapat dimaksimalkan menjadi daerah pariwisata modern. Namun pemerintah kabupaten Sumenep tampaknya belum melihat potensi tersembunyi gunung kapur batu putih, hal ini ditunjukkan dengan terbiarkannya kawasan ini tanpa bangunan – bangunan. Jika kita hendak mengunjungi kawasan tersebut, akan ditemukan banyak jalan yang rusak dan belum diperbaiki untuk akses menuju kawasan gunung kapur, ini jelas mengindikasikan bahwa kawasan gunung kapur belum terjamah oleh kebijakan pemerintah kabupaten. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengelolaan pariwisata gunung kapur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kecamatan batu putih sumenep.

1.2  perumusan Masalah
berdasarkan latar belakang di atas, untuk mengkaji dan mengulas tentang pengelolaan pariwisata gunung kapur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kecamatan batu putih sumenep, maka peneliti membuat rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana pengelolaan pariwisata gunung kapur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kecamatan batu putih sumenep

1.3              Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.      Untuk mengetahui pengelolaan pariwisata gunung kapur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kecamatan batu putih sumenep

1.4              Manfaat penelitian
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan diperoleh manfaat sebagai berikut :
1.      Hasil penelitian diharapkan bisa menjadi bahan perbandingan dan bahan kajian untuk penelitian sebelumnya
2.      Hasil penelitian bisa digunakan sebagai referensi untuk bahan penelitian selanjutnya
3.      Hasil penelitian diharapkan bisa menjadi solusi bagi pengambil kebijakan di kabupaten sumenepdalam mengelola gunung kapur di batu putih
4.      Untuk memperoleh gambaran tentang potensi pariwisata gunung kapur batu putih




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1             2.1  KAJIAN TEORI PENGELOLAAN

2.2 Kajian teori pariwisata

2.3 Kajian teori Kesejahteraan
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1              Fokus penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan atau metode penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor dalam bukunya Moleong (2006:4) yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskritif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.
Dalam penelitian ini, penulisan menggunakan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Masalah pokok yang bersumber dari pengalaman penelitian atau pengetahuan yang diperolehnya melalui keputusan yang ilmiah .Moleong(2006:97).
Berdasar pengertian diatas maka terjadi fokus atau titik perhatian dalam penelitian ini adalah peranan lembaga permasyarakatan terhadap narapidana melalui pemberdayaan keterampilan usaha di Lembaga Pemasyarakatan Kedung Pane Semarang.
Indikator Penelitian:
1.      Potensi local yang dimiliki oleh kawasan gunung kapur kecamatan batu putih sumenep.
2.      Faktor penghambat yang mungkin terjadi saat kegiatan ekspolrasi dilakukan.
3.      Pemberdayaan masyarakat kecamatan batu putih menjadi masyarakat wisata.
4.      Konsep dan mekanisme eksplorasi alam gunung kapur kecamatan batu putih

3.2              Lokasi penelitian
Lokasi merupakan salah satu konsep dasar geografi terpenting. Karena lokasi dapat menunjukkan posisi suatu tempat.
Lokasi yang menjadi tempat penelitian pengelolaan pariwisata gunung kapur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kecamatan batu putih sumenep adalah di Gunung kapur batu putih dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumenep.

3.3              Sumber data
Sumber data adalah subjek dari mana data dapat diperoleh apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya maka sumber data disebut responden yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti baik pertanyaan tertulis maupun lisan.
Sumber data adalah sumber dari mana diperoleh Suharsimi Arikunto (2010:172) Menurut Jonathan Sarwono (2006:209), jika dilihat dari jenisnya maka data kualitatif dapat dibedakan sebagai data primer dan data sekunder.
1.      Data primer
Data primer adalah data berupa teks hasil wawancara dan diperoleh melalui wawancara dengan informan yang sedang dijadikan sampel dalam penelitiannya dan dapat direkam atau dicatat oleh peneliti. Data primer yang penulis gunakan dalam penelitian ini berupa teks hasil wawancara dengan beberapa responden, dalam hal ini beberapa pihak dari kepala dinas kebudayaan dan periwisata kabupaten sumenep, serta masyarakat di kecamatan batu putih sumenep.
2.       Data sekunder
Data sekunder adalah data-data yang sudah tersedia dan dapat diperoleh oleh peneliti dengan cara membaca, melihat, mendengarkan Data sekunder yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah berupa data hasil observasi dan dokumentasi.

3.4              Instrumen penelitian
Instrumen penelitian dalam penelitian ini berupa pedoman wawancara yang ditujukan kepada masyarakat yang bertempat tinggal di kawasan gunung kapur kecamatan batu putih dan untuk kepala dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Sumenep.
Berikut daftar pertanyaan yang akan ditujukan kepada pihak dinas kebudayaan dan periwisata Kabupaten Sumenep.
1.      Sejauh mana anda melihat potensi kawasan gunung kapur di kecamatan batu putih ?
2.      Apakah dalam tahun anggaran 2015 – 2016 ada rencana untuk memfokuskan pembangunan pariwisata?
3.      Apakah ada interpretasi untuk membangun kawasan gunung kapur menjadi kawasan pariwisata modern?
4.      Apa harapan anda ke depan untuk kawasan gunung kapur ini ?
Berikut daftar pertanyaan yang akan ditujukan kepada masyarakat di sekitar lokasi gunung kapur kecamatan batu putih.
1.      Sejauh ini, apakah ada perhatian dari pemerintah dalam membangun kawasan gunung kapur ?
2.      Apakah anda setuju jika kawasan gunung kapur dijadikan kawasan wisata ?
3.      Apakah anda akan memberikan dukungan berupa gerakan gotong royong bersama untuk membantu pembangunan kawasan gunung kapur ?
4.      Apa harapan anda jika seandainya pembangunan tersebut benar-benar dilakukan oleh pemerintah ?

3.5              Subyek penelitian
Adapun subyek penelitian dalam penelitian ini berjumlah 10 masyarakat. Pengambilan sampel menggunakan teknik wawancara

3.6              Teknik pengumpulan data
Dalam penelitian ini data yang diambil adalah data kualitatif, sehingga teknik pengumpulan datanya menggunakan :
1. Wawancara
Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (tanya jawab) secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung (Djumhur dan Muh.Surya,1985)
Wawancara adalah kegiatan dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan menggungkapkan pertanyaan- pertanyaan pada para responden. Wawancara bermakna berhadapan langsung antara interviewer (s) dengan responden dan kegiatan dilakukan secara lisan. P.joko subagyo (2006:39)
Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan pertanyaan untuk dijawab oleh yang diwawancarai.
Dalam hal ini peneliti menggunakan alat pengumpulan data yang berupa pedoman wawancara yaitu instrumen-instrumen berbentuk pertanyaan pertanyaan yang diajukan secara langsung kepada responden yang terlibat, yaitu kepala dinas kebudayaan dan pariwisata, dan masyarakat di sekitar lokasi gunung kapur kecamatan batu putih.
2. Observasi
Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa, sehingga observer berada bersama objek yang diselidiki, disebut observer langsung.
Sedangkan observer tidak langsung adalah pengamatan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya peristiwa yang diselidiki, misalnya peristiwa tersebut diamati melalui film atau rangkaian slide atau rangkaian foto. Rahman (2003:77)
Observasi adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan pancaindra mata sebagai alat sebagai alat bantu utamanya selain panca indra lainnya seperti telinga, penciuman, mulut dan kulit karena itu observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pancaindra mata serta di bantu dengan pancaindra lainnya.(Burhan bungin,2007:115
Observasi adalah pengamatan atau peninjauan secara cermat, KBBI(2009 : 340). Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen, Suharsimi Arikunto (2010 : 272).
Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen, Suharsimi Arikunto (2010 : 272).
Dalam hal ini peneliti mengobservasi masyarakat di kecamatan batu putih kaitannya dengan respon mereka terhadap kegiatan eksplorasi pariwisata gunung kapur, peneliti juga mengobservasi masyarakat lain di kabupaten sumenep apakah setuju atau kurang setuju.
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan objek perolehan informasi dengan memperhatikan tiga macam sumber yaitu tulisan (paper), tempat (place), dan kertas atau orang (people) Suharsimi Arikunto(2006 : 135)
Dokumentasi yang peneliti kumpulkan adalah dokumentasi kegiatan mayarakat sekitar gunung kapur dan macam-macam potensi alam gunung kapur kecamatan batu putih.

3.7              Teknik analisa data
Analisi Data adalah proses mengorganisasi dan mengurutkan antara kepala kategori, dan satuan dasar sehingga dapat ditemukan dan dapat diluruskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.Lexy Moleong (2002 : 103).
Analisis data pada peneliti ini menggunakan deskriptif kualitatif yang hanya mengumpulkan, menulis dan menyimpulkan tanggapan dari sumber yang diperoleh penulis dengan cara melakukan wawancara langsung,dan mengumpulkan dokumen- dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini.
Teknik analisis data menurut Miles dan huberman (1992) dalam Basrowi dan Suwandi (2008: 209-210) mencakup tiga kegiatan yang bersama yaitu:
1. Pengumpulan data
Analisis data dapat dilakukan jika data sudah terkumpul melalui pengumpulan data yang diuraikan pada sebelumnya. Pengumpulan data dimaksudkan dalam tahap analisis data karena tanpa terkumpulnya data analisis tidak dapat dilakukan.
2. Reduksi Data
Reduksi data merupakan proses pemilihan pemusatan, perhatian, pengabstrasikan dan pentransformasian data kasar dari lapangan. Proses ini berlangsung selama penelitian dilakukan, dari awal sampai akhir penelitian. Dalam proses reduksi ini peneliti mencari data yang benar-benar valid.
3. Penyajian Data
Penyajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan untuk menarik kesimpulan dan pengambilan tindakan. Bentuk penyajiannya antara lain berupa teks naratif, matriks, grafik, jaringan, dan bagan.
4. Penarikan Kesimpulan
Dalam tahap ini, peneliti membuat rumusan proposisi yang terkait dengan prinsip, logika, mengangkatnya sebagai temuan penelitian, kemudian dilanjutkan dengan mengkaji secara berulang-ulang terhadap data yang ada, pengelompokkan data yang telah terbentuk, dan proposisi yang telah dirumuskan.




DAFTAR PUSTAKA

Adi, Isbandi Rukminto. 2004. Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial, Google Books
Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Prasetya, No. 7, Juli 2009, hlm.11.
Herdiansyah, Haris. 2010. Metodologi Penelitian Kualitati untuk Ilmu-Ilmu Sosial, Jakarta: Salemba Humanika
Http://www.lontarmadura.com
http://www.nusapedia.com
Moleong,  j. Lexy, 2002. Metodologi penelitian kualitati, Bandung : Remaja Rosdakarya
Musanef, 1995. Manajemen Pariwisata di Indonesia, Google Books
Wahab, Salah. 1989. Manajemen Kepariwisataan, Google Books

Widiowati, Didiet. 2005. Kesejaahteraan Sosial: Wacana, Implementasi, dan Pengalaman. Google Books

Comments system